Tahun Baru 2013 di Gunung Merbabu 3.142 Mdpl

Ini kisah dua bulan yang lalu, tepatnya pas tahun baru 2013 kalau gak salah diantara tanggal 31 desember 2012 dan 01 januari 2013. ya iyalah brooo, namanya juga tahun baru. yaa pasti tanggal segitu.. ooon \tepukjidatgue/ :-D   sebelum bercerita, alangkah baiknya saya tampilkan sedikit print preview pendakian kami. he heee…\senyumsetengahbandan/

Eko Syamsudin - Rully Adam Dalyono - Kiki Amelia- Adi Warman

Sesaat sebelum mencapai puncak Gunung Merbabu.

Expedisi dimulai dengan menunggu, yaitu menunggu dua orang teman dari jakarta, yang seharusnya perjalanan di tempuh hanya dengan waktu kurang lebih dua belas jam, tetapi perjalanan menjadi dua puluh empat jam lebih, alasan ba bi bu nya secara jelas saya kurang tahu, dan itu sepertinya ngak usah di ceritakan deh di sini. mungkin ceritanya juga penuh kengawuran, karena mereka berdua memang ngawur… \peacemenn…./ ;-)

Seharusnya mereka sampai di jogja dini hari, eh jadinya jam sepuluh malam baru sampai jogja, dan yang seharusnya kami star dari jogja menuju basecamp merbabu baqda isya molor menjadi jam dua belas malam, karena harus memberikan waktu istirahat dua jam buat teman saya tadi. kasian mereka kelelahan, padahal belum mendaki.

Lanjut cerita, berangkatlah kami malam-malam jam dua belas menuju basecamp dengan pedoman GPS, perjalanan menggunakan tiga sepeda motor untuk enam orang, perjalanan kami termasuk santai walaupun agak ngebut karena jalanan sepi, sesampainya di daerah selo kabupaten boyolali ini baru kami mulai bingung, karena di GPS tidak merinci arah perjalanan hingga ke titik basecamp, mau tidak mau kami harus keliling-keliling di daerah selo ini, mau bertanya pun tidak ada terlihat warga sekitar karena waktu itu baru jam tigaan dan warga masih istirahat,  setelah keliling-keliling sampai akhirnya kami menemukan sebuah tanjakan yang super dahsyat kemiringannya, saking semangatnya teman saya, sebut saja marwan, ehhh warman, atau biasa kami sebut coro man \kebiasaan latahnya bilang coro/ terus mengendarai motornya di tanjakan yang super tadi, sampai-sampai tersentak dan terjatuhlah dia… \piaarrrr…/. jatuh dan berhentilah sudah kami, untungnya beliau tidak terjadi apa-apa, hanya saya kasian sama motornya karena motornyalah yang harus menanggung kesakitan dengan patahnya pijakan kaki bagian belakang. :-(

Next, berkat jatuh tadi kami akhirnya istirahat dan ngobrol-ngobrol sebentar, ehh pas kami ngobrol-ngobrol ternyata ada ibu-ibu keluar rumah, karena waktu itu kami ngobrol di depan rumah beliau, mungkin kami menggangu istirahat beliau, atau barangkali ibuk tadi mau siap-siap shalat subuh, semoga saja kemungkinan yang kedua yang benar, jadi kami tidaklah mengganggu istiarahat beliau.

Akhirnya menyapalah kami ke ibu tadi, dan kami ngobrol dengan beliau sekaligus menanyakan basecamp pendakian ke gunung merbabu, dan ternyata kami salah jalan. dan posisi kami termasuk sudah berada di ketinggian yang lumayan curam, setelah permisi ke ibu tadi kami balik putar arah dan melanjutkan perjalan sesuai arah yang di beri tahu sama beliau, tapi masih saja kami bingung karena setelah melakukan perjalanan lagi kami merasa berada di titik atau persimpangan yang sama, dan bertepatan adzan subuh berkumandang, akhirnya kami putuskan istirahat dan shalat subuh dahulu.

Setelah shalat subuh kami bertanya kepada bapak-bapak yang kebetulan juga shalat subuh berjamaah tadi. akhirnya kami di beri tahu arah, basecampnya ternyata sudah semakin dekat. tetapi lagi-lagi masih bingung, karena banyak sekali persimpangan yang kami temui, dan entah berapa ibu-ibu dan bapak-bapak yang kami tanyai, hingga akhirnya kami sampai juga di basecamp, nama basecampnya “basecamp pak parman” lebih kurang jam enam waktu indonesia bagian barat.

Sebelum cuss mendaki gunung merbabu, kami siapkan tenaga dahulu dengan istirahat dan makan soto serta wedang teh panas, setelah puas istirahat dan perut pun kenyang. akhirnya kami persiapan mendaki dan pada jam setengah delapan akhirnya kami memulai sebuah perjalanan baru, yaitu pendakian sebagai wujud syukur atas keindahan alam yang telah di ciptakan oleh Sang Maha Pencipta.

Eko Syamsudin - Adi Warman- Rully Adam Dalyono - Tirto Endra Kusumo - Kiki Amelia - Charles Simajuntak

Istirahat dan photo-photo keluarga di pos 1 jalur selo.

 

Setelah melakukan pendakian yang sangat melelahkan tapi penuh kedamaian dan kenikmatan, kami akhirnya sampai juga di sabana dua pada jam tiga sore hari dan kami mendirikan tenda, lalu kami menikmati keindahan alam merbabu dan menikmati pergantian tahun baru bersama para pendaki lainnya di sini.

Dan ketika pergantian tahun baru usai, istirahatlah kami dalam tenda, karena rencana jam tiga dini hari kami akan melanjutkan pendakian ke puncak gunung merbabu untuk melihat sunrise.

Eko Syamsudin

Akan aku telusuri jalan yang setapak ini, semoga kutemukan jawaban.

 

Bersama sahabat di Puncak Kentheng Songo

Bersama sahabat di Puncak Kentheng Songo

 

Gunung Merapi di lihat dari Gunung Merbabu

Gunung Merapi di lihat dari Gunung Merbabu

 

Keluarga Kopi Liar

Keluarga Kopi Liar