Sepenggal Kisah Mr Hani Sutrisno, Desa Bahasa Borobudur, dan Kitab Revolusionernya

Sepekan lalu saya berkesempatan untuk mengunjungi sebuah desa, dimana desa ini termasuk unik, beda dari kebanyakan desa pada umumnya. Mungkin teman-teman sudah pernah mendengar nama “Desa Bahasa”? atau barangkali teman-teman sekalian sudah pernah mengunjunginya? jika sudah mari teman-teman saya ajak nostalgia lewat cerita saya ini atau jika belum barangkali teman-teman habis ini berminat untuk mengunjungi Desa Bahasa.

Perjalanan kami (saya dan teman-teman komunitas blogger yogyakarta) lebih dahulu berkumpul di kantor Penerbit Indonesia Tera, oh iya sebagai informasi jika temen-temen ada yang hendak menerbitkan buku, silahkan merapat ke Penerbit Indonesia Tera, masalah penerbitan buku anda saya kira terselesaikan di Indonesia Tera ini.

Denah Kantor Penerbit Indonesia Tera

Sekitar pukul 8.00 saya sampai di Penerbit Indonesia Tera berbekal denah di atas, tak lebih dari setengah jam kemudian kami memulai perjalanan menuju Desa Bahasa. Satu setengah jam kemudian kami sampai di Desa Bahasa, dengan sangat ramah Mr Hani Sutrisno selaku pendiri dari Desa Bahasa Borobudur beserta keluarga menyambut kami.

Mr Hani Sutrisno merupakan salah satu revolusioner dalam pembelajaran Bahasa Inggris di Indonesia. Berbagai terobosoan sudah dilakukannya secara konkret untuk memudahkan pembelajaran Bahasa Inggris menjadi mudah, cepat, dan menyenangkan dalam waktu yang relatif singkat.  Hal inilah yang membuatnya bisa masuk di  acara talkshow Kick Andy pada tahun 2007.

Setelah kami di persilahkan masuk, alunan musik angklung oleh anak-anak didik Mr Hani mengiringi kedatangan kami, sungguh konsep yang Mr Hani sajikan dalam menyambut kami membuat  kami nyaman berada di Desa Bahasa ini. Beberapa lagu sudah kami dengarkan, tiba saatnya pemaparan oleh Mr Hani tentang perjalanan Mr Hani membangun Desa Bahasa sejak tahun 1998.

mr hanni dan desa bahasa borobudur

Dijelaskan oleh beliau bahwasanya desa bahasa yang terletak di Desa Ngargogondo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah kurang lebih 3 Kilometer disebelah Tenggara Candi Borobudur ini bergerak dibidang sosial pendidikan, dengan memberikan pendidikan secara gratis kepada masyarakat Desa Ngargogondo, dan juga pendidikan bahasa Inggris yang mudah, cepat dan menyenangkan kepada masyarakat umum.

Namun untuk memenuhi kebutuhan operasional, Desa Bahasa membuka kurikulum program pembelajaran reguler yang memungut biaya. Salah satu diantaranya adalah Program Eduwisata, yaitu program pembelajaran bahasa Inggris yang dipadukan dengan kegiatan wisata di kawasan Borobudur dan sekitarnya. Selain lebih efektif dalam kegiatan belajar, program ini juga mengangkat taraf para pelaku wisata dikalangan menengah kebawah dan menengah keatas.

Paket Eduwisata diadakan selama 6 hari, atau terkadang apabila salah satu instansi menginginkan paket kunjungan 1 hari juga dilayani dengan baik. Pada umumnya diadakan 2 kali dalam sebulan yaitu tanggal 10 dan tanggal 20, atau bisa menyesuaikan jadwal yang telah disepakati instansi/tamu dengan pengelola. Berikut rincian Program Eduwisata 6 hari Desa Bahasa Borobudur:

  1. Hari Pertama : Eduwisata dengan memberi makan kambing atau sapi dan wisata berkeliling desa, dan melihat pemandangan persawahan, tegalan (perkebunan)
  2. Hari Kedua : Wisata kerajinan gerabah di Desa Karanganyar
  3. Hari Ketiga : Praktik berbicara Bahasa Inggris dengan wisatawan asing di Candi Borobudur
  4. Hari Keempat : Menyaksikan Sun Rise dan Outbound
  5. Hari Kelima : City Tours dengan mengunjungi Candi Pawon, Candi Mendut, Artos Mall, dan sekitarnya
  6. Hari Keenam : Rafting di Sungai Ello

Selama kegiatan seluruh fasilitas untuk wisatawan seperti : transportasi dari dan ke lokasi wisata, akomodasi, makan 3 kali sehari, pemanduan hingga sertifikat kegiatan belajar sudah menjadi satu paket dan ditanggung oleh Desa Bahasa. Hal ini menjadi satu produk menarik yang komplit sehingga membuat program pariwisata long stay.

Itulah salah satu paket pembelajaran dan wisata yang menyenangkan di Desa Bahasa Borobudur, setelah memaparkan sekilas tentang Desa Bahasa Borobudur, Mr Hani lalu menjelaskan sekaligus mempraktekkan kepada kami berbagai metode mengajar Bahasa Inggris yang menyenangkan, semisal dengan menghafal kosata kata dengan menjadikan kosa kata tersebut menjadi sebuah lagu, atau menghafal tenses dengan gerakan-gerakan tangan seperti gerakan senam, dengan begitu belajar Bahasa Inggris terasa lebih menyenangkan dan tidak terkungkung hanya dengan teori-teori semata.

Oh iya, sepaket dengan kegiatan ini Mr Hani memberikan kami sebuah buku berjudul “How to Master Vocabulary for Daily Conversation” yang saya sebut sebagai “Kitab Revolusioner Belajar Bahasa inggris”, buku ini memberikan panduan mudah menghafalkan kosakata, yang biasa dikerjakan para pembelajar bahasa inggris adalah selalu menghafal dengan cara konvensional, sehingga mudah lupa dan sulit menghafal.

Buku How to Master Vocabulary for Daily Conversation

Dalam buku tersebut beliau menjelaskan hal yang sangat penting untuk menghafal kosakata adalah menghafal dengan praktik, maksudnya dikombinasikan cara menghafal dan praktik. Manfaat metode menghafal dengan praktik tersebut adalah kita akan selalu hafal, sehingga tidak terasa sudah banyak menghafal kosakata.

Beliau selalu menekankan dalam belajar Bahasa Inggris yang utama adalah praktik, praktik, dan praktik. Buku ”How to Master Vocabulary for Daily Conversation” diterbitkan dengan tujuan mempermudah praktik belajar Bahasa Inggris lebih menyenangkan, karena metode yang digunakan diluar Garis Mainstream.

Jadi kapan teman-teman berencana belajar Bahasa Inggris di Desa Bahasa Borobudur? Semoga teman-teman memperoleh ilmu belajar Bahasa Inggris yang menyenangkan dari Mr Hani, dan juga memperoleh bukunya yang Revolusioner: ”How to Master Vocabulary for Daily Conversation“.

komunitas blogger jogja di desa bahasa