Pendakian Gunung Merapi 2.968 Mdpl Episode 3

Pendakian Gunung Merapi 2.968 Mdpl Episode 3 ini saya jalani bersama teman-teman Lombok dalam rangka mengisi liburan minggu tenang sebelum UTS yang kebetulan bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1435 H.

Pendakian kami mulai sekitar pukul 23.00 WIB, Senin 4 November 2013, tentunya setelah melapor di basecamp bahwa kami mendaki berjumlah 7 orang, 5 cowok superman dan 2 cewek superwomen.

Pendakian Gunung Merapi 2.968 Mdpl Episode 3 kali ini merupakan pendakian Gunung Merapi teramai yang pernah saya jumpai selama mendaki Gunung Merapi. karena kebetulan pendakian ini seperti yang saya bilang sebelumnya, yaitu bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Islam, atau yang orang jawa bilang 1 Suro, dan para warga di lereng Gunung Merapi mengikuti upacara tradisional labuhan kepala kerbau menyambut 1 Suro di Joglo Merapi Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Dalam pendakian ini saya berjumpa dengan Mas Nurhadi, Dosen dari Universitas Negeri Malang, yang juga melakukan pendakian seorang diri dalam rangka meneliti kebudayaan yang dilakukan di Gunung-Gunung, yang kebetulan sekarang ini beliau meneliti kebudayaan ”Labuh Kepala Kerbau ke Puncak Merapi”. Di pendakian inilah beliau bercerita tentang penelitiannya ini.

Kegiatan ritual labuhan kepala kerbau ini konon dilakukan setiap tahun pada malam hingga dini hari di awal tahun Hijriyah atau 1 Muharram tersebut. Sudah menjadi keyakinan warga di kawasan itu memohon perlindungan dari segala penyakit dan bencana yang timbul dari dampak Gunung Merapi.

Prosesi upacara tradisional labuhan kepala kerbau diawali dengan menyediakan satu kepala kerbau yang dibalut kain mori, dan sesaji tumpeng gunung dari nasi jagung yang dibuat dengan bentuk menyerupai gunung atau berupa gunungan, yang diarak keliling kampung oleh puluhan warga menuju Joglo Merapi.

Setelah kepala kerbau dan sesaji tumpeng gunung itu tiba di Joglo Merapi, dipanjatkan doa bersama-sama, memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar warga kawasan Merapi diberi perlindungan dari bencana maupun wabah penyakit, dan hasil pertanian yang melimpah.

Kepala kerbau sebagai sesaji setelah dilakukan doa bersama kemudian dibawa dipikul oleh sejumlah warga diiringi barisan pembawa penerangan obor menuju ke puncak Merapi.

Azka - Ronald - Eko Syamsudin di Gunung Merapi

Azka dan Ronald; Gunung jadi pelataran tempatnya bermain kakak beradik ini.